Sabtu, 04 Mei 2019

Nano-nano Arisan


Kegiatan rutin yang mempertemukan Ibu-Ibu pada satu rukun tetangga adalah arisan. Apalagi, di daerah perumahan itu, terkadang memiliki sekat komunikasi. Berbeda dengan daerah pemukiman desa, sekat komunikasi antar masyarakat sangat tipis. Oleh karena itu, salah satu wadah pengembangan masyarakat dan sebagai wadah pertemuan rutin diadakanlah arisan rukun tetangga.
Hidup bermasyarakat adalah sebuah keharusan. Dulu waktu kecil, aku beberapa kali mengikuti kegiatan Almarhumah Ibu. Seingatku, dulu Almarhumah juga aktif dalam setiap kegiatan di rukun tetangga. Satu hal yang paling kuingat adalah dulu Almarhumah pernah rempong bikin kerajinan tangan yang didemokan saat kegiatan arisan berlangsung. Saat itu usiaku kemungkinan masih SD, aku tak ingat betul kelas berapa. Sekarang, untuk menggantikan beliau dan menjalin silaturahim, aku mulai mengikuti kegiatan ini. Paling muda, dan paling harus banyak belajar.
Ingat selalu pesan Almarhumah Ibunda, “Keluarga terdekat ialah tetangga, maka berlaku baiklah kepada mereka”. Ternyata, dalam sebuah bacaan disebutkan,
Islam adalah agama rahmah yang penuh kasih sayang. Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia. Sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)
Bahkan besar dan pentingnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah ditekankan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” (HR. Bukhari 6014, Muslim 2625)
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)
Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seseorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, dakwah, lemah-lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan baik berupa perkataan dan perbuatan” (Tafsir As Sa’di, 1/177)
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْـجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِـجَارِهِ
“Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya” (HR. At Tirmidzi 1944, Abu Daud 9/156, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 103)

Selasa, 11 Desember 2018

SEBERAPA BANYAK???

Semenjak ada order online, yang datang di sini sedikit mba, paling hanya 300 motor..
Siang itu aku terperangah, karena percakapan di depan tempat makan yang bisa dinilai bintang lima jika dilihat dari banyaknya pengunjung.
Jika aku tak meleset dalam berhitung, pendapatan rata-rata perhari bapak parkir di depan tempat makan itu sekitar 300.000 sehari. Gaji yang mungkin bisa didapat guru honorer SD per bulan.
Rezeki itu sudah ada yang mengatur, jika rezeki kita pada hari itu banyak, pasti kita akan mendapat banyak, namun jika sedikit, sekeras apapun kita berusaha ya pendapatan kita sesuai dengan jatah yang diberi dari Allah. Rezeki seluruh makhluk di muka bumi ini telah Allah jamin, bahkan cacing di dalam lubang tanah yang tak terlihat, semut di dalam sarang kecilnya juga diberi rezeki oleh Allah. Al-qur’an Surat Hud Ayat 6

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhil mahfuz)“

Mungkin kita sering juga bertanya-tanya, kok bisa ya, Cuma tukang parkir tetapi kok pendapatannya lebih banyak? Kalau begitu apa gunanya kuliah tinggi-tinggi? Nah sudah ada jawabannya langsung nih dari Allah dalam Al-quran surat Ar-Ra’d Ayat 26


Artinya: “Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)“.

Begitulah dunia, yang selalu menggoda kita dengan iming-iming perhiasannya..

Perhiasan dunia dan harta yang kita cari bisa jadi begitu banyak.. Namun tanpa iman, semua itu tak ada gunanya.. walaupun di mata manusia, semakin banyak harta, maka semakin naik kedudukan kita.. Dunia benar-benar tempatnya melampiasakan hawa nafsu..

Rabu, 23 November 2016

Muslimah You C 1000+ Healthy Inside, Fresh Outside, Brightly Mindset



Oleh : Arum Angger Rosiah

“Cieee maskeran cieeee”
Hemm.. terkadang bingung juga sama ini anak. Kalau ada seorang muslimah yang berjilbab lebar, lalu kemudian rempong dengan dirinya, setiap pekan ga luput dari yang namanya maskeran, alat perawatan dirinya lengkap, malah di cie-ciein, seolah-olah merawat diri adalah hal yang tabu,,,
Muslimah, buang pikiran negatif itu! Merawat diri itu sebuah kebutuhan lho..
Seorang muslimah sudah seharusnya pandai dalam segala hal.. pandai menjaga waktu, pandai menjaga akhlak, pandai menjaga hati, dan yang pasti pandai merawat diri..
Muslimah itu harus bersih, bersih hati, bersih diri, bersih lingkungan..
Bersih hati ya berarti kita harus waspada dengan segala penyakit hati..
Nah penyakit hati itu apa aja ya?

Berikut penyakit-penyakit hati yang harus dijauhi :
*      Iri Hati
Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang dan rezeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain, serta cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan adalah iri dalam hal berbuat kebaikan. Misalnya, iri terhadap orang yang paham terhadap dien, penghafal Al-Qur’an, ahli ibadah, atau dermawan, untuk kemduian mengingingkan dirinya seperti mereka, sehingga bisa melakukan amalan yang mereka lakukan.
*      Dengki/Hasad
Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut.
*      Fitnah
Fitnah adalah suatu perbuatan yang menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi orang lain tanpa bukti yang kuat, sehingga menimbulkan permusuhan.
*      Hasud
Hasud adalah berusaha mempengaruhi orang lain untuk membangkitkan kebencian atas orang lainnya dan membuat amarah orang tersebut meluap sehingga timbul kebencian antar sesama dan memecah belah ukhuwah.



*      Buruk Sangka
Buruk sangka adalah curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas. Prasangka buruk ini dapat menyebabkan seseorang yang memiliki persepsi negatif atas orang lain tanpa dasar.
*      Khianat
Khianat adalah tidak bertanggungjawab, melalaikan atau menyepelekan amanat/kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya.
*      Sombong
Sombong adalah merasa lebih dari orang lain dan menganggap dirinyalah yang paling baik, serta merendahkan orang lain. Termasuk juga sombong ialah menganggap segala kebaikan dan keberhasilan berasal dari dirinya, tanpa menyadari adanya kehendak Allah dan bantuan orang lain.
*      Zalim
Zalim adalah berbuat semena-mena dan bersikap “semau gue” tanpa peduli dengan orang lain. Menganiaya diri sendiri dengan melakukan perbuatan dosa dan maksiat juga merupakan bentuk kezaliman.
*      Dendam
Dendam adalah perasaan ingin membalas perbuatan yang dilakukan oran glain atas dirinya berdasar amarah dan kebencian.
*      Tamak
Tamak adalah menginginkan kesenangan dunia menjadi miliknya tanpa peduli dengan kesedihan dan kesengsaraan orang lain yang lebih membutuhkan; menguasai sesuatu tanpa ingin berbagi dengan orang lain.
*      Riya’
Riya’ adalah perasaan yang mendasari suatu amal yang ditujukan kepada selain Allah. Riya’ merupakan syirik kecil yang seringkali hadir tanpa disadari.
*      Munafik
Munafik adalah sifat seseorang yang bila dipercaya, berkhianat; bila berkata, berdusta; dan bila berjanji, ia ingkar.
           
Dari ke 12 penyakit hati itu, kalau salah satunya sudah terindikasi ada dalam diri, ayo perbaiki, ayo buang penyakit itu!


Selanjutnya gengs..
Bersih diri
Nah, bersih diri
Bagaimana cara bersih diri?
1.      Mandi, minimal dua kali dalam sehari, atau ya seminimal-minimalnya sekali lah kalau memang males banget, jangan sampai satu hari 24 jam ga mandi sama sekali ya gengs
2.      Gosok gigi secara teratur, periksa gigi secara berkala
3.      Rawat wajah kita dengan berbagai macam masker alami
Masker teh : untuk jerawat dan mengempeskan jerawat
Masker mentimun : untuk mengecilkan pori-pori wajah
Masker kopi : refresh pikiran, karena aromanya menenangkan
Masker zaitun : bisa setiap hari
Masker keruk nipis : mencerahkan wajah
4.      Rambut, minimal diberi shampoo 3 hari sekali
5.      Kuku, dipotong setiap pekan, kuku tangan dan kaki ya gengs
6.      Kaos kaki jangan sampai nunggu bau baru dicuci, kalau musim hujan? Sehari satu kaos kaki ya gengs
7.      Jilbab yang rapi, dicuci dan disetrika jangan lupa
8.      Mukena dicuci berkala ya
9.      Pakaian celana untuk layer rok jangan yang mencolok warnanya
10.  Sabun bayi biasanya cocok untuk kuit wajah

The last…
Bersih lingkungan
Gimana ya ?
1.      Kamar dibersihkan minimal seminggu sekali, ya kalau bisa sih setiap hari ya gengs
2.      Lingkungan kos dijaga, jadi piket kos itu penting banget
3.      Sehabis makan, piring dan sendok harus dicuci segera, jadi ga menumpuk di kamar dan menimbulkan bau
4.      Buang sampah di tempatnya, sehingga bersih dan tidak menimbulkan bau tidak sedap
5.      Pakaian diberi kapur barus, ruangan kamar juga lebih wangi kalau diberi pewangi ruangan
6.      Mencuci baju setidaknya sepekan sekali, kalau tiap hari juga keren, asal tidak melelahkan

Nah, itu dia cantik luar dalam…
Eits jangan lupa satu lagi, bersih pikiran.. brightly mindset..
Muslimah jangan sampai kegiatanmu menghalangimu untuk mengikuti kajian, membaca buku, bahkan berkarya di luar.. tapi jadilah kegiatanmu sebagai sarana untuk meluaskan wawasan, melebarkan sayap pemikiran..


Are You Ready to Try?

Selasa, 22 November 2016

Muslimah Produktif, Kreatif, dan Anti Galau



Oleh : Arum Angger Rosiah
arumangger@gmail.com

“Duh, jodohku ganteng gak ya? Soleh gak ya?”
Mau jawab pertanyaan itu? Yuk jawabannya gampang kok...
Perempuan usia antara 18-25 tahun yang belum menikah pasti pernah terbesit dalam pikirannya pertanyaan terkait jodoh. Apalagi, yang sudah usia di atas kematangan. Biasanya sih sudah ada warning dari orang tua.
Nah terus gimana ya?
1.    Fokus pada amanah
Amanah setiap orang itu bermacam-macam, ada amanah stusi, terus kalau selesai ya amanah pekerjaan, amanah dakwah, dsb. Ada orang yang mengatakan bahwa kalau rezeki jodoh sudah datang, biasanya rezeki pekerjaannya seret. Sebaliknya, kalau rezeki pekerjaannya sudah datang dengan mudah, rezeki jodohnya jadi seret. Ah kata siapa? Allah kan yang mengatur segalanya, mintaa saja sama Allah. Mungkin, bisa saja kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan ya karena kita belum siap buat mendapatkan itu. Ibaratnya nih, ada yang mau ngelempar buah jambu yang manis dari atas pohon ke kita, tapi kita belum siap, belum ada wadah buat nerima, kain atau apalah, ya kena timpuk dari atas deh, sakit.
2.    Fokus pada perbaikan diri
Jodoh adalah cerminan kita. Jangan berharap punya jodoh yang sholah kalau kita belum sholehah, jangan pernah berharap minta Ali alau kita belum seperti Fatimah. Begitulah logikanya.
3.    Fokus pada persiapan
Persiapan apa saja? Ya persiapan ma’nawiyah, persiapan fikriyah, persiapan jasadiyah, dan yang paling penting persiapan maliyah. Persiapan ma’nawiyah bisa diartikan memahami proses, mengerti bagaimana tahapan atau fasenya, sembari persiapan fikriyah yaitu mempelajari segala hal yang terkait dengan ma’nawiyah. Persiapan jasadiyah berarti kita menyiapkan organ reproduksi, menjaga pola makan, menjaga pola aktivitas, sehingga badan selalu segar dan sedap dipandang. Yang terakhir yang mendukung semuanya, yaitu maliyah, harta. Maksudnya disini ketika kita merencanakan pernikahan akah banyak mengeluarkan uang untuk persiapan ini dan itu, oleh karena itu, selagi lajang, yuk menabung untuk bekal menikah nanti. Hehe
Sebenarnya yang paling penting adalah komunikasi dengan orang tua. Ada yang sudah sangat ingin menikah, tapi karena orang tua masih melarang, akhirnya ditunda. Ada juga yang berbeda kriteria dengan orang tua. Nah maka dari itu, komunikasi dengan orang tua sangat penting, mengematchkan doa dengan orang tua juga penting. Kan jadi bingung juga, orang tua milih A, kita milih B?

Are you ready ???


Walimah Syar’i



Oleh : Arum Angger Rosiah
arumangger@gmail.com

Setiap calon pengantin, yang memiliki visi pernikahan islami, dan ingin menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah pasti menginginkan pernikahan yang sakral. Sakral disni bukan berarti semua yang menyaksikan dalam keadaan diam, khidmat, tetapi juga semata-mata dan seolah-olah seperti disaksikan langsung oleh Allah. oleh karena itu, kemurnian tujuan dalam menikah harus terus dijaga.
Walimah artinya berkumpul, sambil makan-makan tentunya. ‘Urs artinya pernikahan. Dengan demikian, walimatul ‘urs – atau biasa disingkat menjadi walimah saja – adalah acara kumpul-kumpul alias kendurenan, selametan, resepsi, atau pesta yang dilakukan sebagai tanda syukur atas pernikahan yang telah terjadi, berbagi kegembiraan dengan orang lain. Disamping itu juga untuk mengumumkan kepada khalayak mengenai telah terjadinya pernikahan tersebut, agar tidak timbul fitnah. Rasulullah saw bersabda, ”Umumkan pernikahan!” (Hasan: Shahih Ibnu Majah no:1537 dan Shahih Ibnu Hibban hal.313 no:1285). Adapun salah satu hikmah diumumkannya pernikahan adalah untuk membedakannya dengan zina, disamping untuk menghindari munculnya fitnah.
Hukum walimah menurut jumhur (mayoritas) ulama adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Sementara sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa hukumnya adalah wajib, dengan berdasar pada hadits Rasulullah saw, dimana beliau saw pernah bersabda kepada Abdurrahman bin ’Auf r.a., ”Adakanlah walimah meski hanya dengan menyembelih seekor kambing.” (Muttafaqun ’alaih). Dan dari Buraidah bin Hushaib, ia bertutur, ”Tatkala Ali melamar Fathimah ra, Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah.” (Shahih Jami’us Shaghir no:2419 dan al-Fathur Rabbani XVI:205 no:175).
Rasulullah saw sendiri telah mencontohkan pelaksanaan walimah. Pada saat pernikahan beliau dengan Zainab ra, beliau menyembelih seekor kambing. Dari Anas ra, beliau berkata, “Tidaklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab. Beliau menyembelih kambing untuk acara walimahnya dengan Zainab.” (HR. Al-Bukhari no. 5168 dan Muslim no. 3489)

Namun pernah pula Rasulullah saw mengadakan walimah dengan hidangan yang sangat sederhana, tanpa daging, yakni pada saat pernikahan beliau dengan Shafiyah ra. Anas ra berkata, “Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah berdiam selama tiga malam di daerah antara Khaibar dan Madinah untuk bermalam bersama Shafiyyah (istri baru). Lalu aku mengundang kaum muslimin menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu tak ada roti dan daging. Yang ada ialah beliau menyuruh membentangkan tikar kulit. Lalu ia dibentangkan dan di atasnya diletakkan buah kurma, susu kering, dan samin.” (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari).
Lain halnya dengan khitbah, khitbah masih dirahasiakan, karena calon kita juga masih belum tebtu menjadi suami/istri kita. Sebuah hadits juga menganjurkan kita agar merahasiakan khitbah dan mengumumkan pernikahan.
:)